Aku sengaja menulis pagi-pagi sekali hari ini. Sudah dua hari jaringan parah, makanya selama dua hari itu pula aku tidak berbagi pada sahabat semua. Ada yang kurang rasanya, jadi kesepian.
Hari ini adalah hari pertama puasa 1437 H. Seperti tahun-tahun sebelumnya, satu hari sebelum 1 Ramadhan ada tradisi 'balimau' di daerahku. Orang-orang di setiap rumah membuat palimauan dari si harum (bunga-bungaan, daun pandan, dll) yang direndam dengan air. Air 'palimauan' itulah yang diletakkan di kepala. Aku juga tidak tau fungsinya, tapi melakukannya selalu mengingatkanku pada masa kecil. Waktu kecil, aku selalu menaruh bunga-bunga dari palimauan itu lebih banyak di kepala :).
Oh iya, dulu di tempat tinggalku bahkan ada orang-orang yang bersedekah limau (sadakah limau). Ramai anak-anak dan orang dewasa menyaksikannya. Sadakah limau itu terdiri dari, kue-kue, palimauan, beras rendang, dan yang menjadi favoritku adalah tebu tusuk (tebu yang ditusuk-tusuk seperti sate) ataupun tebu yang dimasukkan ke dalam daun pisang yang dibentuk seperti kerucut. Di kegiatan sadakah limau, anak-anak berebutan. Akh, indahnya masa kecil dalam tradisi aneh itu.
Sayang, kemarin aku tidak seperti biasanya. Tidak kurasakan semangat menggebu di hati. Bukannya tak bahagia menyambut datangnya bulan suci, namun kegelisahanku mencari cahaya belum juga usai.
Pas magrib aku baru mengunjungi ayah di pemakamannya. Membawakan air palimauan agar juga dapat kubasahi bebatuan makam itu. Di sana aku ingin sekali menangis, sahabat. Tenggorokanku tercekat. Aku merasa seperti anak bermasalah yang ingin bercerita, mengadu, dan meminta perlindungan pada ayahnya.
Ayah sudah lama tiada, jauh sebelum aku dapat memahami apa arti ketiadaan. Hari ini, aku berdiri di usia 25 tahun. Tahun ke 24 tanpa kehadiran seorang ayah. Aku tak perlu bersedih, hal yang sudah biasa kulalui dalam tahun-tahun yang kulewati.
Tepat 1 Ramadhan, maka ini adalah hadiah ulang tahun luar biasa yang diberikan Allah. Semoga di bulan penuh berkah ini dan bulan-bulan seterusnya, dapat kutingkatkan ibadahku kepada-Nya. Jujur saja, aku penasaran, rencana apa yang sudah disiapkan Tuhan di tahun ke-25 kehidupanku.
:) Selamat menunaikan ibadah puasa, sahabat. Minal aidin walfaidzin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar